Berita


Literasi Sains sebagai Kecakapan Hidup di Masa Pandemi

 Oleh : Subur Agung Nugroho, S.Pd.


Dikisahkan dalam sebuah riwayat bahwa Khalifah Umar bin Khattab berpesan: “Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya, karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu.” Pesan ini bermakna untuk mendidik anak agar mampu menghadapi tantangan hidup di zamannya. Upaya mempersiapkan generasi yang sesuai dengan zamannya ini, pastinya tidak bisa terlepas dari bidang pendidikan. Dunia pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam melahirkan generasi muda Indonesia untuk pengisi pembangunan bangsa dan siap bersaing di era globalisasi abad 21.

Kemajuan teknologi yang sangat pesat di abad 21 ini, telah memasuki setiap lini kehidupan manusia. Hal ini membawa pengaruh pula di dalam dunia pendidikan. Berkaitan dengan proses pendidikan, guru harus mampu membangun budaya literasi di dalamnya. Dari mulai pembiasaan literasi selama 15 menit di awal pembelajaran, mengarahkan peserta didik untuk gemar berkunjung ke perpustakaan dalam mencari referensi penunjang materi, atau membuat rangkuman pelajaran, termasuk juga membuat laporan praktikum. Hal ini merupakan bagian dari literasi baca tulis. Bentuk literasi yang lain, guru dapat pula menggunakan alat peraga sebagai bagian dari pengalaman belajar peserta didik yang menyebabkannya harus melihat dan menuliskan kembali apa yang dialaminya dalam proses pembelajaran tersebut.

Pembelajaran yang mengapresiasikan muatan literasi sains terdapat dalam pelajaran IPA. Karenanya dalam pembelajaran IPA haruslah dilakukan dengan kegiatan-kegiatan ilmiah yang merupakan pengalaman belajar yang dapat memantik rasa ingin tahu peserta didik, seperti praktikum, proyek, ataupun pembuatan karya ilmiah. Dengan demikian literasi sains menuntut peserta didik untuk bisa memahami ilmu pengetahuan sesuai dengan prinsip-prinsip dalam kerja ilmiah.

Literasi sains dalam pembelajaran IPA di SMP/sederajat diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan peserta didik memahami literasi sains adalah metode atau strategi belajar yang digunakan guru. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut di atas, metode, strategi atau teknik pembelajaran yang tepat perlu diupayakan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru adalah melakukan inovasi dalam strategi atau teknik pembelajaran. Salah satu inovasi Pembelajaran IPA yang dapat dilakukan oleh seorang guru ditengah merebaknya virus Corona adalah mengkolaborasikan model pembelajaran yang interaktif berbasi IT (Informasi dan Teknologi).

Pemerintah menerapkan kebijakan yaitu Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH). Kebijakan ini merupakan upaya yang diterapkan kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta kepada seluruh peserta didik dalam upaya menekan laju penularan penyebaran virus Covid-19. Dengan adanya pembatasan interaksi, Kementerian Pendidikan di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring). Dengan menggunakan pembelajaran secara daring ini peserta didik maupun guru di tuntut menguasai teknologi untuk menunjang pembelajaran secara online ini. Penguasaan peserta didik maupun guru terhadap teknologi pembelajaran yang sangat bervariasi, menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Dengan adanya kebijakan Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH), maka mampu memaksa dan mempercepat mereka untuk menguasai teknologi pembelajaran secara digital sebagai suatu kebutuhan bagi mereka. Tuntutan kebutuhan tersebut, membuat mereka dapat mengetahui media online yang dapat menunjang sebagai pengganti pembelajaran di kelas secara langsung, tanpa mengurangi kualitas materi pembelajaran dan target pencapaian dalam pembelajaran literasi sains IPA.

Literasi sains adalah upaya sistematis untuk menciptakan, membangun, dan mengorganisasikan pengetahuan untuk memahami alam semesta. Upaya ini berawal dari sifat dasar manusia yang penuh dengan rasa ingin tahu. Dalam pelajaran IPA secara daring, rasa ingin tahu peserta didik bisa kita pancing dengan pertanyaan yang membuat siswa berpikir kreatif. Setelah siswa diajak berpikir, kita berikan penugasan berupa praktikum sederhana dibimbing guru secara daring dan orang tua yang menampingi. Setelah itu guru membuat simpulan bersama peserta didik atas percobaan yang sudah dilakukan.
Salah satu contoh yaitu, tentang Percobaan Archimedes. Melalui grup WA atau Google Classroom, guru memberikan apresepsi terkait pembelajaran yang akan dilakukan, siswa diminta menyiapkan tiga butir telur, air, tiga buah gelas, dan garam secukupnya. Tanyakan kepada siswa kira-kira apa yang akan kita lakukan dengan dengan alat dan bahan tersebut. Sampai ada siswa yang sudah menjawab, kita berikan pemahaman dan istruksi selanjutnya, kemudian memberikan lembar kerja. Peserta didik diminta melakukan percobaan secara inquiry terbimbing dengan mengikuti langkah kerja yang sudah tersedia pada lembar kerja. Melalui bimbingan guru peserta didik yang sudah selesai melakukan percobaan, membuat simpulan dan menjawab pertanyaan yang tersedia.

Melalui kegiatan pembelajaran IPA dengan melakukan percobaan sederhana dari awal sampai akhir secara inquiri terbimbing, kita sudah melatih peserta didik untuk menggunakan literasi sains yaitu kecakapan memahami fenomena alam dan sosial di sekitar kita dan kecakapan untuk mengambil keputusan yang tepat secara ilmiah agar kita dapat hidup dengan lebih nyaman, lebih sehat, dan lebih baik. Literasi sains mampu membuat peserta didik untuk; (1) memilih informasi ilmiah yang tepat, (2) bmemahami gambar, bagan, dan tabel pada informasi ilmiah,  (3) menilai kebenaran sebuah temuan dari informasi ilmiah.

Pembelajaran IPA harus tetap eksis walaupun dalam masa darurat Covid-19. Itulah peran penting literasi sains sangat pening dalam meningkatkan pemahaman dan kreatifitas peserta didik di masa pandemi. Peran penting literasi sains diantaranya: (1) berpikir dengan kritiss, (2) benyelesaikan masalah dengan kreatif, (3) bekerja sama dengan orang lain, (4) berkomunikasi dengan lebih baik, dan (5) untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Dalam pendekatan literasi sains dalam pembelajaran IPA, harus ada interaktif di dalam proses pembelajaran, yang mendorong munculnya kreativitas dan inovasi-inovasi di dalam diri peserta didik. Jika ini dilakukan, maka peserta didik akan menemukan sendiri konsep-konsep yang dipelajari. Hal ini tentunya akan melatih peserta didik untuk menjadi ilmuwan.

Kegiatan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains, tidak hanyadilakukan oleh guru saat pembelajaran IPA. Di masa pandemi yaitu pembelajaran jarak jauh peran orang tua atau keluarga di rumah sangat penting untuk mendampingi peserta didik meningkatkan kemampuan literasi sains. Peserta didik di rumah dapat meningkatkan kemampuan literasi sains melalui kegiatan berikut, diantaranya: (1) Membaca informasi bersama orangtua dan mendiskusikan kebenarannya. (2) Memelihara tanaman dan mengamati pertumbuhannya (3) Memasak bersama dan mendiskusikan perubahan zat makanan (4) Pergi ke teras atau halaman rumah dan membicarakan hal yang ditemui (5) Mendiskusikan dan menerapkan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (6) Memperkaya informasi tentang penyakit yang diderita anggota keluarga atau banyak menjangkit warga di lingkungan perumahan dari tenaga medis yang tepat, dan lain-lain.

Dengan menghadirkan literasi sains dalam pembelajaran IPA di masa pandemi, semoga tujuan akhir dapat tercapai yaitu agar peserta didik dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang sains. Sehingga peserta didik memiliki kemampuan berpikir dan kecakapan hidup guna menghadapi persoalan-persoalan dalam perkembangan sains dan teknologi yang sangat pesat di kehidupan nyata di masa pandemi. (san)

Pencarian

Berita Terbaru

Penerimaan Santri Baru 2021/2022

Penerimaan Santri Baru 2021/2022

PRINSIP KEMAJUAN INSAN

PRINSIP KEMAJUAN INSAN

MOTIVATION TRAINING

MOTIVATION TRAINING

GOTM Virtual

GOTM Virtual

PPDB ONLINE

KEMENDIKBUD

DISDIKBUD PURBALINGGA

Kontak

Alamat :

Kembaran Kulon, Purbalingga, Purbalingga Regency, Central Java

Telepon :

(0281) 8901580

Email :

smpitharumpbg@gmail.com info@smpitharumpurbalingga

Website :

smpitharumpurbalingga.sch.id

Media Sosial :